Teori Penerjemahan

11.35 by JTC Indonesia ·

Teori terjemahan ialah satu cabang linguistik yang menguraikan aspek-aspek bahasa, kebudayaan, dan komunikasi yang berperan dalam pekerjaan penerjemahan. Penerjemahan diartikan sebagai “penyalinan semula isi bahasa sumber ke dalam bahasa penerima dalam bentuk persamaan yang terdekat, pertama dari segi makna dan kedua dari segi gaya”.

Dulu, jika seseorang mengetahui dua bahasa, dia menjadi penerjemah tanpa memerlukan pengetahuan lanjut. Pendapat ini kini dianggap sangat jauh daripada kenyataan. Pakar-pakar dalam bidang penerjemahan telah menghasilkan teori dan prinsip yang menjadikan pedoman bagi para penerjemah. Seseorang yang ingin menjadi penerjemah yang baik kini diperlukan memenuhi empat syarat utama seperti yang berikut:
  1. Menguasai bahasa sumber secara mendalam: Hal ini diperlukan agar seorang penerjemah mengetahui seluk-beluk bahasa sumber sehingga dapat membedakan makna yang terkandung dalam teks asal dan dengan itu, menerjemahkan maksudnya dengan tepat.

  2.  Mengetahui bahasa penerima: Menurut pakar terjemahan hari ini, seseorang penerjemah harus juga menguasai bahasa penerima dengan sama baik, jika bukan dengan lebih baik.

  3.  Pengetahuan dalam bidang yang diterjemahkan: Untuk menjamin supaya makna atau isi yang terkandung dalam teks asal dapat dipindahkan dengan tepat dan sempurna dari bahasa sumber ke bahasa penerima, seseorang penerjemah harus mengetahui dengan baik bidang yang akan diterjemahkan. Ini penting, bukan saja untuk penerjemahan teks-teks khusus dan teknik, tetapi juga untuk penerjemahan karya-karya sastra.

  4.  Mengetahui teori dan kerja penerjemahan:
    Dulu, penerjemahan diartikan sebagai tugas mencari perkataan-perkataan padanan yang dapat menggantikan perkataan-perkataan asal dalam bahasa sumbernya. Ini tidak lagi dianggap benar karena penerjemah juga bertanggungjawab untuk memindahkan idea, pengetahuan dan gaya teks yang diterjemahkan.

100% Acceptance Guarantee!

Kami akan mengembalikan 100% uang yang telah Anda bayarkan jika dokumen yang kami terjemahkan ditolak untuk legalisasi di Kementerian Hukum & HAM RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar tujuan legalisasi.